Kepala SMPN 2 Jawilan Usulkan Pembangunan Akses Jalan Menuju Sekolah

Lintas Daerah

berantasonline.com (Banten)

Kepala SMPN 2 jawilan Hj. Otih Yulie Susanti mengusulkan pembangunan akses jalan menuju sekolah, agar jalan tersebut dapat di bangun menggunakan anggaran dana desa 2020 dalam acara musrembangdes di desa junti kecamatan jawilan kabupaten serang belum lama ini.

saat itu Musrenbangdes di hadiri H.Agus camat jawilan,pjs kepala desa junti,Abdul Rahman, kasi pembangunan Aceng
Suhendi.

Karena menurut Hj Otih akses jalan tersebut nantinya bukan saja untuk sekolah, namun di gunakan untuk umum juga.

Saat rapat berlangsung hj otih mengaku usulan itu juga atas perintah atasannya sekretaris dinas pendidikan SMP kabupaten serang,H. Aber, namun sayang usulannya di tolak, karena akses jalan ke sekolah itu milik dinas pendidikan.

“Sehingga kalaupun mau di bangun menggunakan anggaran dana desa harus melalui mekanisme di hibahkan terlebih dahulu dan di masukkan pada peta Desa, kata orang desa”, terang hj otih.

Penolakan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Sesdisdikbud pada kesempatan rapat pembinaan guru di gedung PGRI jawilan.

Pihak Pemerintah Desa Junti melalui Aceng Suhendi selaku Kasipem saat dikonfirmasi, membantah bahwa pihak desa maupun kecamatan jawilan menolak usulan kepala SMPN 2 jawilan hj otih.

“yang jelas harus melalui mekanisme, secara aturan pihak sekolah harus menghibahkan terlebih dahulu ke desa junti untuk di masukkan dalam peta desa, selanjutnya bisa di anggarkan pada program desa tahun 2021, namun kepala sekolah menolak tidak mau menghibahkan”, jelas kasipem (13/8) dikantornya.

Ketua komite dan juga kepala desa pada waktu itu menjelaskan kalau tidak peduli terhadap pendidikan bagaimana akses jalan itu bisa terbentuk, itu berkat gotong royong masyarakat atas gerakan kepala desa juga sebagai komite 16/8.

“sekarang ini komite tidak pernah di peranaktifkan atau di libatkan dalam bentuk apapun di sekolah, ya kami tarik diri”, terangnya.

Anggota DPRD kabupaten serang dari Fraksi Golkar, menanggapi soal curhatan kepala SMPN 2 jawilan di Media Sosial terkait penolakan usulan tersebut mengatakan, “Saya sebagai istri dari kepala desa merasa tidak nyaman seolah olah chatingan itu menuding kepala desa tidak peduli kepada pendidikan. Dimana tidak pedulinya?, selama saya menghonor di SMPN 2 jawilan, jangankan jalan, pembangunan pun saya kalau di bilang rugi ya rugi sekolah hutang ke saya 10 juta bekas membangun lapangan futsal waktu kepala sekolahnya pak muhri tahun 2017, baru di bayar 2 juta masih sisa 8 juta, otomatis pemimpin yang baru harus bertanggung jawab”, tegasnya.

“Kemudian, Komite SMPN 2 jawilan tidak difungsikan selama ini sebagaimana mestinya, sejauhmana komitmen kepala sekolah dengan komite, karena menjadi pertanyaan besar setiap rapat wali murid selalu menanyakan keberadaan komite”, ujarnya (16/8) saat kegiatan santunan yatim piatu dirumahnya.

(RS)