Sosialisasi Penerima Bansos Tunai. Camat Baros : Warga Sidamukti Jangan Salah Faham

Lintas Daerah

berantasonline.com (Serang Banten)

Sosialisasi RT dan RW serta masyarakat warga desa sidamukti di hadiri Kapolsek baros, danramil baros, camat kecamatan baros dan kepala desa sidamukti bertempat di kantor Desa sidamukti 7/6/20.

Sosialisasi ini diutarakan agar warga masyarakat desa sidamukti mengerti tentang Bantuan Sosial Tunai (BST) dampak covid 19 dari Kemensos RI, agar masyarakat tidak salah faham kepada kepala desa dan jajarannya.

Camat Baros, Basuki menjelaskan, bahwasanya nama nama terdaftar pada data penerima bantuan sosial tunai (BST) langsung dari Kemensos RI melalui dinsos kabupaten, dari situ yang menyalurkan langsung dari kantor pos Indonesia, “kepala desa maupun jajarannya tidak tahu apa apa, di duga data dari Kemensos RI di ambil pada data tahun 2015”, jelasnya

Kemudian bagi masyarakat yang sudah menerima program PKH, BPNT, JAMSOSRATU dan BST juga tidak untuk mendapatkan BLT-DD, karena dana metodenya, Dana Desa (DD) kurang dari Rp 800.000.000; maksimal 25% dari jumlah Dana Desa. Rp. 800.000.000/1.200.000.000; maksimal 30% dari jumlah Dana Desa. Lebih dari rp.1.200.000.000; maksimal 35% dari jumlah dana desa.jelasnya lanjut camat baros.

Kapolsek AKP Ridwan Siahaan dan KAPTEN INF SURIPTO Danramil Baros beserta jajarannya menghimbau kepada masyarakat warga desa sidamukti khususnya umumnya wilayah kecamatan baros agar semua dapat menjaga keamanan ketertiban dan kondusifitas, dalam suasana seperti ini.

Tokoh masyarakat desa sidamukti, Wagimin rianto merasa perihatin dengan adanya bantuan dampak Corona ini, “harus saling menyadari jangan mau di adu domba, menyalahkan kepada kepala desa itu tidak benar, masa yang meninggal dapat bantuan yang hidup tidak, karena datanya bukan data baru data lama yang di keluarkan dari pemerintah pusat, jadi jangan menyalahkan kepala desa, LURAH dan RT harapan desanya aman negara tentram, tidak terjadi yang kita inginkan, masyarakat harus saling menyadari jangan mendengar provokasi orang yang mau memecah belah pada kita”, paparnya.

Juhri kepala desa sidamukti, berharap masyarakat dapat memahami setelah adanya sosialisasi ini tidak ada lagi saling menyalahkan apalagi menyalahkan kepala desa, “keinginan kepala desa masyarakat dapat semua bantuan ini, karena semua itu pemerintah yang menentukan bukan dari kepala desa”, jelasnya.

(Rais)