100 Warga Perumahan Aur Duri Permai Jambi Unjuk Rasa Tuntut BTN Serahkan Sertifikat Rumah

213

berantasonline.com (Jambi) – Sekitar 100 orang Warga Perumahan Aur Duri Permai (Aur Duri Dua) Kota Jambi, Rabu (15/8) melancarkan aksi unjuk rasa didepan Kantor Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Jambi di Telanai Pura.

Unjuk Rasa tersebut terkait dengan ulah BTN yang mempermainkan warga, ada yang lebih 10 tahun merasa dibohongi, rumah yang telah mereka beli, sertifikatnya tak kunjung diserahkan.

Pembayaran kredit mereka cicil dengan susah payah, namun penyerahan sertifikat hanya sebatas melulu.

Peserta unjuk rasa yang sebagian besar terdiri dari Ibu Ibu rumah tangga yang kebanyakan adalah penjual rongsokan itu mengeluhkan, “Kalau kami terlambat menyetor sehari saja pasti dikenakan denda dan harus kami bayar, kalau menunggak 3 bulan rumah kami disita, lalu bagaimana Sertifikat yang sudah lunas. 5,6,7,8,9 dan 10 tahun enggak juga diserahkan”, kata mereka.

Seorang nenek bernama Opung Manik (65) yang dijuluki nenek gaul ketika ditanya berantasonline.com mengatakan, “Rumah saya sudah 10 tahun dibayar lunas, setiap saya tanya Sertifikatnya mereka (BTN…red) selalu bilang akan segera diberikan, saya selalu dibohong-bohongi. Padahal Sertifikat itu sangat penting bagi saya, kalau saya mati urusannya kan jadi rumit”, tambah Opung Manik.

Kepala Cabang BTN Jambi Wisnu Agus Priyanto didampingi Pengembang M. Dipo dan Eko setelah berunding dengan urusan pengunjuk rasa, tampil didepan massa.

Kacab BTN Jambi tersebut membacakan Surat Pernyataan yang intinya Sertifikat Hak Milik akan diselesaikan pihak BTN dengan jangka waktu 2,5 bulan. Apabila dalam waktu yang telah ditentukan BTN tidak dapat menyelesaikan pemberian Sertifikat untuk Debitur KPR BTN, maka BTN bersedia dituntut secara hukum, pengembang/developer akan bertanggungjawab kepada pembeli secara cash dan biaya pengurusan menjadi tanggungjawab BTN dan Developer.

Untuk rasa yang dikawal Petugas Kepolisian itu bubar setelah mereka mendapat kepastian akan penyelesaian Sertikat yang telah lama mereka dambakan.

(PM/red.1)